Press Release BB-335 PDF Print
Doa, Kekaguman dan Pujian Mewarnai Resepsi Diplomatik Peringatan
HUT RI ke-64 di Kathmandu, Nepal
 
 Resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI ke-64 di Kathmandu, Nepal
 

This is the first time along the history...Never seen such a great Reception with the richness of traditional cultural performance...At last I know and see the real beauty of Indonesian culture...When are you coming back to do it again...What will be the next, Indonesian Food Festival?...”  Demikianlah tanggapan dan komentar dari para tamu undangan yang hadir pada resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI Ke-64 di Kathmandu, Nepal pada tanggal 11 Oktober 2009 yang diawali Dubes RI untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Nepal, Zet Mirzal Zainuddin dalam sambutannya, dengan mengajak Chief Guest, Menteri Luar Negeri Nepal, Sujata Koirala yang didampingi 12 (dua belas) Menteri Kabinet serta 500 hadirin lainnya dari berbagai lapisan, diantaranya Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Kepolisian, Anggota Parlemen, Pengusaha, Media, Akademisi, Tokoh Masyarakat dan Corps Diplomatic yang memadati ruang Regal Ballroom, Hotel Yak & Yeti Nepal untuk mengheningkan cipta dan berdoa bagi para korban sehubungan dengan musibah bencana alam gempa bumi yang melanda provinsi Sumatera Barat dan sekitarnya serta Jambi di Indonesia, dan banjir serta tanah longsor yang terjadi di wilayah Timur dan Barat Nepal pada waktu yang hampir bersamaan.

Tanggapan tersebut merupakan sejumlah dari sekian banyak ungkapan apresiasi, kegembiraan, dan harapan dari hadirin atas paduan tampilan menyeluruh yang dikemas dalam Resepsi perayaan Kemerdekaan RI ke-64 beserta pagelaran budaya dan kuliner nusantara serta promosi perdagangan selama lebih kurang 3 (tiga) jam. Masyarakat Indonesia yang bermukim di Nepal yang dengan rasa kepedulian tinggi turut secara aktif mendukung persiapan dan kegiatan acara, tidak ketinggalan turut menumpahkan rasa haru bercampur gembira atas penyelenggaraan acara dimaksud yang dirasakan sebagai ”jawaban” atas kerinduannya terhadap tanah air selama ini sekaligus menambah rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Acara resepsi dan pagelaran seni budaya, pariwisata dan kuliner tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari hadirin dan komunitas warga Kathmandu, dimana diliput langsung oleh stasiun televisi Nepal “ABC” dan pada tanggal 12 Oktober 2009 diadakan interview khusus mengenai Indonesia dengan Dubes RI oleh salah satu harian berbahasa Inggris terkemuka “Rising Nepal” dan stasiun televisi Nepal “ABC”.

Pada acara tersebut KBRI mendisplay dan menampilkan benda-benda warisan leluhur Bangsa Indonesia bernilai seni tinggi yang meliputi antara lain : gong, dan wayang, beragam produk kerajinan tenun dan songket, serta pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Disamping display benda seni dan budaya yang ditata secara apik dan mengagumkan, dihidangkan pula makanan-makanan khas tradisional dari Indonesia seperti sate ayam bumbu kecap dan bumbu kacang, nasi goreng, mie goreng, ikan pange, ikan pepes, ikan bumbu rujak, gado-gado, rendang ayam, telur balado, semur ayam dan aneka jajan pasar seperti risoles, kue lapis, bakwan, nastar, dll serta es kopyor.

Acara diawali dengan penyambutan tamu kehormatan Menteri Luar Negeri Nepal, Sujata Koirala melalui penampilan ”Tari Pasambahan” yang dibawakan oleh seluruh staf KBRI dan Isteri. Acara dilanjutkan dengan mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara dan pemotongan tumpeng oleh Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Nepal, Bapak Zet Mirzal Zainuddin yang diberikan kepada tamu kehormatan dan dilanjutkan dengan suguhan atraksi tarian nusantara secara non stop, antara lain: ”Tari Gending Sriwijaya”, ”Tari Karo, Tari Piring”,”Tari Seudati” ”Tari Pendet”, ”Tari Payung”, ”Tari Tor-Tor”, ”Tari Dayak” dan ”Tari Serampang 12”. Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu perjuangan ”Nyiur Hijau” dan ”Rayuan Pulau Kelapa” secara bersama-sama.

Acara ini juga dimaksudkan untuk menyebarkan pengetahuan dan menebar pesona kepada masyarakat setempat dan komunitas asing di Nepal tentang kekayaan dan keindahan khasanah seni budaya asli Indonesia, dimana sebagian besar komunitas Nepal belum mengetahui benar mengenai Indonesia. Padahal, Indonesia dengan salah satu kekayaan budaya nusantaranya dari Pulau Bali justru memiliki kesamaan kultur, religi dan sejarah, termasuk yang diceritakan dalam ”Ramayana”.

KBRI Dhaka, 15 Oktober 2009 
 
 
 

Site Last Modified

Last Update:Wednesday 1 September 2010, 2:23